Oleh: Asman Nur | Oktober 19, 2007

Mengenal Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo! Begitu namanya sejak lahir, 16 Maret 1955 di Makassar, yang diberikan oleh Ayahanda HM Yasin Limpo yang berdarah Makassar dari tanah Gowa dan Ibunda Hj Nurhayati yang berdarah Bugis dari Sidrap. Suami Drg Hj Ayunsri Harahap ini tak asing bagi masyarakat Sulsel. Kiprahnya di dunia birokrasi sudah mencuat sejak dipercaya sebagai Kasi Tata Kota Bappeda Kotamadya Ujung Pandang, tahun 1982, setelah dua tahun mengabdi (1980) sejak usai meraih sarjana mudanya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (1979), sambil kerja, ia tetap kuliah dan meraih gelar sarjana hukum tahun 1983.Ayah dari tiga anak, Indira Chunda Thita Syahrul Putri, Kemal Redindo Syahrul Putra, dan Rinra Sujiwa Syahrul Putra ini, mengenal dunia tulis menulis sejak muda. Selain aktif menjadi penyiar radio, anggota Gembel (Gemar Belajar) ini kerap pula menulis. Malah di fakultasnya, ia menjadi pemimpin redaksi bulletin “justisi” yang diterbitkan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa FH – UH.Walau aktif di berbagai kegiatan, mulai dari karate, pramuka, berbagai organisasi, otomotif serta masuk dalam beragam komunitas, kakek Andi Tenri Bilang Radisyah Melati ini tetap juga melakoni rutinitasnya sebagai PNS yang ber-NIP 580014074. Dengan usia yang masih terbilang muda, kariernya menanjak terus. Setelah menjabat Kasubag Perangkat Wilayah IV & V pada Setwilda Tingkat I Sulsel (1983-1984), ia menjadi Camat Bontonompo, Gowa, tahun 1984-1987.

Di Gowa, ia seperti menemukan akar budaya dan talenta nenek moyangnya. Ia akrabi desa, mendalami kelurahan, dan segala yang menjadi kekuatan Gowa. Apalagi, ia kemudian menjadi Kabag Pemerintahan (1987-1988) dan Kabag Pembagunan (1988-1999). Selanjutnya, ia kembali ke Pemprov Sulsel dengan tugas Kabag Urusan Generasi Muda dan Olahraga (1989-1991). Tapi ia kembali lagi ke Gowa sebagai Pejabat Sekwilda (1991-1993). Lalu balik lagi ke Pemprov sebagai Kepala Biro Humas (1993-1994).

Saat sebagai Karo Humas itulah ia menerbitkan surat kabar berkala mingguan “Suara Celebes”. Bakat menulisnya pun ia geliatkan di media tersebut. Namun, hanya setahun sebab ia percaya oleh masyarakat Gowa menjadi Bupati. Malah dipercaya untuk dua periode. Dan setelah sembilan tahun sebagai bupati, pada pemilihan Gubernur pada akhir tahun 2002 dengan berpasangan HM Amin Syam, ia terpilih mnjadi Wakil Gubernur Sulsel untuk periode 2003-2008.Di sela-sela kesibukannya yang kian padat itulah, malah ia kembali aktif menulis. Tulisannya setiap dua pekan di hari Kamis, bisa ditemukan di Harian Pedoman Rakyat. Tapi, aktivitasnya itu tak mengherankan. Sebab, sebelumnya ia rajin menulis saat menjadi bupati.

“Menyikapi Otonomi Daerah Ditinjau dari Berbagai Aspek”, merupakan kumpulan tulisan, gagasan, dan pemikirannya yang diterbitkan Pemkab Gowa (2002). Lelaki yang kerap dijuluki oleh kalangan pers sebagai Pendekar Otoda ini setelah Kabupaten Gowa yang ia pimpin menjadi daerah percontohan Otoda, tahun 1995, sering menulis tentang Otoda, pemerintahan, dan hal – hal yang terkait dengan dunia birokrasi di koran – koran terbitan Makassar. Apalagi dalam hal Otoda yang sangat ia kuasai. Dan ia sering pula diundang sebagai narasumber dalam seminar Otoda tingkat lokal dan nasional. Juga ikut seminar pemerintahan daerah di Amerika Serikat tahun 2001 atas undangan UNDP.

Hari-hari H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si, M.H, sangatlah dipenuhi aktivitas. Apalagi Ketua KNPI Sulsel tahun 1990-1993 dan Ketua AMPI Sul-sel (1993-1998) yang saat itu juga sekaligus sekretaris Golkar Sul-sel, dipercaya sebagai Ketua FKPPI Sulsel (2000-kini), Ketua FORKI Sulsel (2004-2009), Ketua Pramuka (2004-2008), Ketua Kosgoro (2003-2008), dan juga ketua IKA (Ikatan Alumni) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2005-2009). Kesibukan lainnya, menyiar di Radio Suara Celebes FM, 90,9 Mhz.

Dari beragam aktivitas itulah, lelaki yang senang musik dan memainkan gendang khas Makassar (tunrung pakanjara) ini, mendapatkan bintang atau tanda jasa yakni Manggala Karya Kencana (1987) dari Menteri Kependudukan/ BKKBN, Penghargaan Bhakti Koperasi dan pengusaha Kecil (1997) dari Menkop & UKM, Upakarti dari Presiden RI (1997), Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI (2001), dan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI tahun 2003.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.