Oleh: Asman Nur | Oktober 19, 2007

Pilkada Sulsel, Pertarungan Tiga Kerajaan Besar

  Oleh Suriani

MAKASSAR – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih sekitar lima bulan lagi, tepatnya November 2007 mendatang. Namun, aroma pertarungan untuk menduduki kursi nomor satu di provinsi yang terkenal dengan kapal pinisi nusantara tersebut sudah menyeruak.
Ada tiga pasangan yang bakal maju merebut posisi gubernur. Calon yang akan tampil dalam pertarungan segitiga tersebut, yakni HM Amin Syam, Syahrul Yasin Limpo, dan Azis Qahhar Muzakkar. Mereka bakal mengulang sejarah masa lalu dengan kekuasaan tiga kerajaan besar di Sulsel, yakni Kerajaan Bone, Gowa, dan Luwu.
Amin Syam yang kini masih menjabat sebagai Gubernur Sulsel, dengan kekuatan etnik Bugis Bonenya menggandeng Prof DR Mansyur Ramly, Kepala Balitbang Depdiknas, sehingga dari akronim kedua nama pasangan tersebut dimunculkan
istilah “Asmara” (Amin Syam-Mansyur Ramli). Pasangan ini diusung Partai Golkar, partai yang mendapatkan suara mayoritas pada Pilkada Gubernur Sulsel 2002 lalu.
Tak mau kalah dengan partner kerjanya di Pemprov Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel yang kental dengan etnik Makassar dan sebagai turunan Raja Gowa, kini positif menggandeng Agus Arifin Nu’mang yang kini menjabat Ketua DPRD Sulsel dan kemudian memunculkan akronim “Sayang” (Syarul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang).
Sebelumnya, Syahrul yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) masih kebingungan mencari pasangan. Pasalnya, Azis Qahhar yang semula dibidik sebagai pasangan, sudah dipatok oleh “koalisi keumatan” yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang dan partai-partai yang berideologi Islam.
Syahrul dan Agus, keduanya adalah pengurus teras Partai Golkar Sulsel, namun berdasarkan hasil konvensi DPD Golkar beberapa bulan lalu disebutkan, kader Golkar yang dicalonkan oleh partai lain, akan dicoret kepengurusannya.
Pasalnya, dalam tubuh Golkar tidak boleh mencalonkan dua kandidat dalam payung politik yang sama. Dan hasil keputusan final, hanya Amin Syam yang didukung oleh pengurus Golkar Sulsel.
Berbeda dengan kedua rivalnya, Azis kelahiran tanah Luwu, dengan bayang-bayang kekuasaan Kerajaan Luwu dan ketokohan ayahnya, Qahhar Muzakkar—yang pernah berjuang bersama mantan Presiden Soekarno mendirikan Republik, namun kemudian dicap sebagai pemberontak karena ingin mendirikan negara Islam—dalam karier politiknya, mencoba memperbaiki citra tersebut. Terbukti Azis kini berhasil duduk sebagai DPD RI setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Sulsel.
“Kita tidak perlu akronim, tapi yang perlu adalah bagaimana memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan bisa bersaing dengan sehat,” ungkap Azis yang tidak mau ikut-ikutan memberikan akronim pada namanya dan pasangannya, yakni Mubyl Handaling, pejabat teras Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel.
Azis sendiri dalam lawatannya ke sejumlah pertemuan masyarakat, selalu tampil cool dan tidak berapi-api, seperti kedua lawan politiknya Amin dan Syahrul yang sudah saling melemparkan black campaign jika menghadiri pertemuan tertentu untuk menggalang simpati masyarakat di daerah ini.
Bahkan sudah menjadi rahasia umum, keduanya lebih banyak melakukan kunjungan ke daerah dengan alasan dinas luar sebagai pejabat Pemprov, namun sebenarnya sudah melakukan kampanye dini. Seringnya gubenur dan wakilnya ini meninggalkan kantor secara bersamaan, sudah menjadi sorotan bagi media lokal, termasuk Wakil Presiden HM Jusuf Kalla yang mengungkapkan kekecewaannya pada kedua pejabat tersebut yang dinilai sudah melalaikan tugasnya.

Lagu Lama
Kuatnya pertarungan ketiga pasang calon yang akan maju pada Pilkada yang digelar 5 November 2007 mendatang dengan pendekatan etnik dan geopolitik dinilai masih menggunakan “lagu lama”.
Hal tersebut dikemukakan Kautsar Bailusy, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin. Menurutnya, ideologi (politik) di Sulsel tidak terlalu mengakar sehingga para calon masih bisa melakukan pendekatan “lagu lama”.
Hal itu terbukti pada Pelaksanaan Pilkada di 10 kabupaten di Sulsel sepanjang 2005-2006, masyarakat memilih tergantung dari siapa calonnya. Pada Pilkada di 10 kabupaten di antaranya, Kabupaten Soppeng, Barru, Tana Toraja, dan Luwu Timur menunjukkan suara Golkar tidak mencapai 50 persen. Dalam pemilu legislatif 2004, Golkar padahal mampu mencapai lebih (50 persen). “Ini artinya, pemilih di Sulsel bukan pemilih ideologi partai. melainkan masih melihat faktor kedekatan (proximity), baik pendekatan etnik maupun geopolitik,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai gerakan politik yang sudah dilakukan pada masa pra kampanye Pilkada oleh dua pejabat (Amin dan Syahrul) yang kini masih memegang kekuasaan, sehingga memungkinkan menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye, Mappinawang, SH, Ketua KPUD Sulsel, mengungkapkan siapa saja yang berhasrat menjadi calon pada Pilkada, tidak dilarang berpromosi, selama belum masuk dalam tahapan pilkada.
Namun apakah ia mengunakan fasilitas negara atau tidak, diperlukan tim independen untuk menginvestigasinya. “Namun kami yakin, masyarakat sudah bisa memilih dengan rasional dan sudah tahu siapa calon yang bakal dipilihnya,” tegasnya.
Ia menambahkan satu-satunya yang bisa dijadikan parameter bagi masyarakat saat ini adalah hati nurani, apakah gerakan politik calon tertentu itu memanfaatkan fasilitas negara atau tidak. Terlepas dari itu semua, kini masing-masing calon sudah mengklaim pendukungnya dan siap mempertaruhkan materi dan non materi untuk mencapai tujuan.
Meskipun ada satu pasangan calon gubernur/wakil gubernur yakni Andi Ilhamsyah Matalatta (Ketua PHRI Sulsel) dan Benyamin Bura (Anggota DPD Sulsel) yang memaksakan masuk dalam pertarungan setiga kekuatan kerajaan kuno di Sulsel itu, namun pasangan keempat atau terakhir ini, dinilai tidak terlalu berpengaruh dalam kancah Pilkada 2007 di Sulsel.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.